pemrograman paling sulit

5 Bahasa Pemrograman Paling Aneh dan Sulit Dipahami – Mau Coba Belajar?

Artikel Teknologi – Pernah bermimpi menjadi seorang programmer? Bila iya, maka yang pertama kali harus dipelajari tentu saja bahasa pemrograman. Satu-satunya cara untuk membuat sebuah aplikasi atau software komputer dan juga mobile adalah dengan menggunakan bahasa pemrograman. Tak itu saja, kamu bahkan juga membutuhkan bahasa pemrograman untuk bisa mengutak-atik website dan membuat tampilan website. Serta semua widgetnya.

 

pemrograman paling sulit

 

Dengan banyaknya fungsi dari bahasa pemrograman, tak heran bila pada akhrnya yang pertam kali harus dipelajari adalah bahasa pemrograman. Ada beberaap jenis bahasa pemrograman yang bisa dipelajari, yang paling dikenal tentu saja seperti PHP hingga Java. Namun selain itu, masih ada 5 bahasa pemrograman unik dan aneh di bawah ini.

 

5 bahasa pemrograman di bawah ini saking unik dan anehnya hingga kini tak banyak dimengerti. Kamu ingin mencoba mempelajari?

 

  1. Brain*uck

 

Pernah dengar mengenai bahasa pemrograman satu ini? Tak pernah? Jangan heran karena pada dasarnya bahasa pemrograman satu ini memang sangat jarang digunakan. Berbeda dari jenis bahasa pemrograman, Brain*uck hanya membutuhkan 8 karakter saja yang mana nantinya harus disusun sesuai dengan urutan serta lajur yang tepat.

 

Salah urutan atau lajur sedikit saja? Maka kamu akan wajib mengulang semua urutan dari kode program yang kamu lakukan. Jadi bahasa pemrograman ini bukan hanya membingungkan dan susah dimengerti dengan jumlah karakter yang terbatas, namun juga perlu sebuah urutan yang tepat pula. Membingungkan sekali bukan?

 

  1. Malbolge

 

Sebuah bahasa pemrograman lain yang perlu dan patut dimasukan ke dalam daftar ini. Malbolge merupakan sebuah bahasa pemrograman yang sangat rumit dan bahkan sudah mulai banyak ditinggalkan saat ini. Bahasa pemrograman ini dibuat oleh seorang developer Ben Olmsted pada tahun 1998. Namanya sendiri diambil dari lingkaran kedelapan neraka yang mungkin membuat kamu akan merasa yang sama ketika melihat kode dari bahasa pemrograman satu ini.

 

Saking rumitnya, bahasa pemrograman satu ini sebenarnya tak untuk dipelajari atau digunakan oleh manusia. Sebaliknya terdapat sebuah program khusus yang akan menulis bahasa pemrograman ini. Program tersebut bernama Lisp dan menjadi satu-satunya program yang mengerti bahasa Malbolge.

 

  1. Befunge

 

Bila kamu berpikir sebuah bahasa pemrograman yang tak hanya suit dipelajari, namun juga sangat tidak bisa dimengerti dan juga membingungkan, maka befunge jawabannya. Bahasa pemrograman ini dibuat sangat membingungkan tanpa adanya pertanda khusus, tanpa adanya sebuah karakter dengan urutan tersendiri. Bahasanya sendiri sangat membingungkan dan secara sekilas terlihat berantakan dan tak beraturan.

 

Untuk membuatnya sendiri, sang Chris Pressey pada tahun 1993 membutuhkan total dua tahun. Dengan satu-satunya cara untuk mengubah program tersebut dengan cara memblokir kode yang rasanya salah dan meletakkan komentar di dalamnya. Membingungkan dan rasanya nyaris tak bisa dipelajari sama sekali.

 

  1. Piet

 

Bila sederet bahasa pemrograman yang lain dihadirkan melalui kode dan juga huruf, atau bahkan dengan melalui simbol yang disusun pada urutan tertentu, piet sepenuhnya berbeda. Untuk bahasa pemrograman satu ini yang digunakan bukan kode atau pun simbol, bahkan bukan pula bahasa sandi rahasia. Yang digunakan justru susunan warna yang berbeda-beda. Warna warni yang berbeda-beda ini disusun hingga akhirnya membentuk sebuah program.

 

Sang pembuat bahasa pemrograman ini, David Morgan-mar mengungkap bahwa ada 20 warna berbeda untuk bahasa pemrograman yang nantinya akan bersatu dan membentuk sebuah program hitam putih. Bagaimana paduan warna tersebut bisa bekerja dan berjalan dengan baik? Tak ada yang tahu. Namun pastinya kamu bisa mulai mempelajari bahasa pemrograman Piet ini.

 

  1. Velato

 

Setelah warna, kali ini bahasa pemragraman yang menggunakan nada musik. Untuk membuat sebuah program dengan menggunakan velato, yang digunakan merupakan nada-nada dengan format midi. Nantinya, nada tersebut akan membentuk sebuah program dan masing-masing bekerja dengan irama sendiri.

 

Menarik ya? Karena terbuat dari nada, maka bahasa pemrograman ini bukan hanya bisa dibaca saja, namun juga bisa didengarkan selayaknya sebuah saluran radio. Keren sekali bukan? Untuk bisa mempelajarinya pastinya harus mahir dan kenal nada lebih dulu.